Kapal kemudian dijual ke Indonesia pada 2015 dan berganti nama menjadi Mutiara Sentosa II setelah sebelumnya sempat tercatat menggunakan nama Golden Bird 5 dalam proses perpindahan kepemilikan.
Adapun dalam operasionalnya di Indonesia, KM Mutiara Sentosa II melayani pelayaran reguler Surabaya-Makassar, salah satu rute penyeberangan penting yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sulawesi, dan banyak dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang maupun kendaraan logistik.
Kronologi Terbakarnya KM Mutiara Sentosa II
Berdasarkan kronologi Kementerian Perhubungan, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Nakhoda sempat melaporkan kondisi darurat kepada operator kapal sebelum komunikasi terputus.
Informasi mengenai insiden tersebut kemudian diterima sekitar pukul 08.30 WIB, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada seluruh pihak terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Terbaru, mengutip dari berbagai sumber diketahui pada pukul 09.45 WIB, kapal berhasil teridentifikasi sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
Saat itu kondisi kapal dilaporkan hampir seluruhnya dilalap api, sementara penumpang berkumpul di anjungan dan haluan kapal mengenakan jaket pelampung menunggu evakuasi. Beberapa penumpang juga dilaporkan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Operasi penyelamatan KM Mutiara Sentosa II ini pun melibatkan Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI AL, Polairud, serta sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi, seperti TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.
Kementerian Perhubungan juga mengerahkan kapal patroli KPLP KN Grantin P.211 dan menyiapkan KN Masalembo untuk memperkuat proses evakuasi.
"Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban yang terdampak. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi," Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengutip dari keterangan resminya, Senin (3/8/2026).
(ain)






























