Termasuk intervensi di pasar valuta asing, serta optimalisasi instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendorong masuknya aliran modal asing.
Sementara, di pasar obligasi pemerintah, penurunan yield yang terjadi pada hampir semua tenor mengindikasikan adanya intervensi pemerintah, serta masuknya investor domestik ke dalam instrumen obligasi.
Tenor 1 tahun mencatat penurunan yield 7,1 basis poin (bps) menjadi 7,04%. Yield tenor 5 tahun juga turun 6 bps menjadi 7,03%. Begitu juga dengan tenor acuan 10 tahun turun 2,4 bps menjadi 7,34%.
Jika mengacu data yang dihimpun Bloomberg, obligasi pemerintah Indonesia mulai dilepas oleh investor asing. Per Senin (27/7/2026), surat utang pemerintah dilepas investor dengan total nilai US$23 juta secara harian.
(dsp/aji)




























