Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah, Parkir Terakhir di Posisi 6.091

Muhammad Julian Fadli
29 July 2026 17:55

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (29/7/2026), ditutup di zona merah usai kehilangan 0,64% di posisi 6.091. Amblasnya saham–saham berbobot besar jadi sebab, terutama saham MPRO dan saham BREN, hingga diperberat oleh saham UNTR.

Sepanjang perdagangan IHSG terus–menerus terpeleset di zona merah dengan pelemahan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 6.174 sampai dengan terendah 6.029.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 29 Juli 2026 (Bloomberg)

Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan oleh sentimen negatif dari kenaikan harga minyak mentah lebih dari 4% point–to–point, akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran melancarkan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat (AS), mengutip Phintraco Sekuritas, Rabu. 


Terlebih, bentrokan terbaru ini semakin menegaskan betapa jauhnya posisi Iran dan AS dari dimulainya kembali perundingan damai secara resmi.

Sikap menunggu dan melihat hasil keputusan rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada 28–29 Juli, menambah sentimen negatif.