Logo Bloomberg Technoz

Hari Ini, Rupiah Senasib dengan Mayoritas Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 July 2026 15:42

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Selasa (28/7/2026) dengan pelemahan 0,34% ke posisi Rp18.067/US$. Pelemahan sore ini memperpanjang tren negatif dalam empat hari terakhir, setelah kemarin pasar dikejutkan oleh pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. 

Dari kawasan, rupiah menjadi mata uang terlemah di perdagangan hari ini. Dolar Taiwan menyusul bersama dolar Singapura, ringgit Malaysia, yuan China, dan yuan offshore, dan yen Jepang.

Sebaliknya, won Korea Selatan menguat bersama rupee India, peso Filipina, dan dolar Hong Kong. 

Mata uang Asia. (Bloomberg)

Pelemahan yang terjadi pada sebagian besar mata uang Asia dipicu oleh faktor domestik masing-masing negara. Sebab, indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama sedikit tergelincir 0,02%, meski tetap bertahan tinggi di 101,51. Begitu juga dengan harga minyak yang telah banyak terpangkas dan berada di US$85,61/barel pada 15:15 WIB. 

Di pasar Indonesia, kekhawatiran pelaku pasar menguat setelah pengunduran diri mendadak Gubernur BI. Pengunduran diri Perry di tengah masa jabatan memunculkan pertanyaan mengenai kesinambungan kebijakan moneter dan independensi bank sentral, dua faktor yang selama ini menjadi fondasi kepercayaan investor terhadap aset-aset Indonesia.