Kata Basarnas Soal Alasan Setop Pencarian Korban KM Nurul Salsa
Dovana Hasiana
29 July 2026 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii membeberkan alasan mengentikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kapal KM Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar, sebelah barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Menurutnya, operasi pencarian dan pertolongan sudah dinyatakan tidak efektif, meski beberapa korban masih dinyatakan hilang. Dia mengatakan keputusan untuk menghentikan operasi ini diambil bersama keluarga korban. Sehingga, sejauh ini tidak ada keluarga korban yang meminta Basarnas untuk kembali melanjutkannya.
"Beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang. Itu keputusan diambil bersama karena memang sudah dinyatakan tidak efektif untuk operasi dilaksanakan," ujar Syafii kepada awak media, dikutip Rabu (29/07/2026).
Meski demikian, Syafii tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan operasi lanjutan. Khususnya bila ditemukan tanda-tanda dari korban yang masih dinyatakan hilang tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat (24/07/2026), Basarnas resmi mengumumkan penutupan operasi pencarian terhadap 14 orang korban kecelakaan KM Nurul Salsa yang masih berstatus hilang. Kapal itu dinyatakan tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026.
































