Logo Bloomberg Technoz

El Nino, Sebaran Titik Panas Berpotensi Karhutla pada 2026

Dovana Hasiana
29 July 2026 17:50

Raja Juli (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Raja Juli (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membeberkan sebaran titik panas (hotspot) yang perlu diwaspadai karena berpotensi menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama fenomena El Nino terjadi di Indonesia. Titik panas itu tersebar di daerah gambut seperti Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. 

Selain itu, Politikus Partai Solidaritas Indonesia itu membeberkan pemerintah juga mengidentifikasi titik panas di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan di sejumlah daerah lain. Menurutnya, terdapat tren kemunculan titik api di luar dari biasanya. 

“Ini ada tren baru ya di luar enam provinsi itu juga terjadi cukup masif, semacam di NTT, kemudian di NTB, di beberapa tempat lah. Jadi nanti kita akan bahas lebih detail,” ujar Raja Juli kepada awak media, dikutip Rabu (29/07/2026). 


Dia mengatakan, fenomena El Nino datang lebih cepat dibandingkan dengan siklus biasanya. Adapun, fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas kondisi normal tersebut seharusnya terjadi pada 2027. Namun, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino akan terjadi pada tahun ini yang menyebabkan fenomena kekeringan akan datang lebih cepat dan berakhir lebih lambat. 

Meski demikian, Raja Juli mengatakan pemerintah telah berhasil menekan wilayah kebakaran hutan dan lahan. Sebagai gambaran, luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 2,6 juta hektare pada 2015. Angkanya turun jadi 2,1 juta hektare pada 2019; dan 1,1 juta hektare pada 2023. Pada 2025, luar kebakaran hutan dan lahan juga turun dari 375.000 hektare menjadi 350.000 hektare.