Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Sudah di Atas Rp18.100/US$ Pagi Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 July 2026 09:16

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Rabu (29/7/2026) dengan melemah 0,12% ke posisi Rp18.088/US$, seiring dominannya sentimen domestik membebani laju mata uang Nusantara. 

Harga minyak mentah dunia kembali terkerek ke US$88,05/barel pada 08:49 WIB, setelah tadi pagi sempat melandai di US$84,09/barel. Hal ini semakin membebani rupiah yang kemudian kembali melemah 0,23% ke Rp18.108/US$ pada 09:04 WIB. 

Ini merupakan level terendah rupiah sejak berusaha memulihkan dari tekanan pada pertengahan Juni 2026. 

Rupiah melemah (Bloomberg)

Kenaikan harga minyak dipicu oleh serangan dadakan oleh Iran ke pasukan Amerika Serikat (AS). Ketegangan ini memunculkan kembali kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi di Timur Tengah.

Pasar pun merespons dengan mengalihkan aset mereka pada aset aman (safe haven) seperti dolar AS. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama kembali terapresiasi ke 101,41.