Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg memperkirakan ruang penguatan lanjutan dolar AS kemungkinan terbatas. Namun, penguatan tetap berpotensi terjadi dengan dua syarat. Pertama, terjadinya eskalasi perang Iran. Kedua, sikap The Fed yang lebih hawkish dari perkiraan pasar. 

Meski ada potensi ruang penguatan dolar AS terbatas, Strategis FX Bloomberg, Chunyu Zhang, menilai tak berdampak banyak bagi rupiah. Dia menyebut pemulihan rupiah yang berlangsung sejak Juni berpotensi terganggu setelah pengunduran Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Selain itu, sekalipun dolar AS melemah secara luas karena The Fed ternyata tidak seagresif yang diperkirakan pelaku pasar, mata uang berimbal hasil tinggi seperti rupiah diperkirakan akan tertinggal dari mata uang Asia lainnya. 

Penyebabnya, investor diperkirakan tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia, pergantian gubernur BI yang kemungkinan dapat mengubah arah kebijakan moneter, dan potensi penurunan peringkat yang pasar dari Moody's dan MSCI. 

Di tengah pelemahan rupiah hari ini, Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, menilai rupiah berpotensi bergerak melemah di rentang Rp18.00-Rp18.200/US$, sebelum akhirnya membuat BI mengambil langkah intervensi terbatas untuk menjaga rupiah di kisaran Rp17.800-Rp18.000/US$. 

(dsp/aji)

No more pages