Logo Bloomberg Technoz

Meski harga minyak mulai terkoreksi, dinamika geopolitik dinilai tetap berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.

"Pasar pekan ini akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global," kata Reza dalam risetnya pada Senin (27/7/2026).

Selain itu, investor juga akan mencermati hasil rapat FOMC The Fed, arah kebijakan Bank of England, serta perkembangan inflasi di kawasan Eropa untuk memperoleh gambaran prospek suku bunga global.

Reza memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 6.137 dan resistance 6.268. Sementara itu, selama mampu bertahan di atas area support, peluang rebound masih terbuka.

"Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter global," ujar Reza.

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova melihat IHSG masih berada dalam fase koreksi jangka pendek. Koreksi berpotensi berlanjut menuju area 6.074 apabila indeks menembus dan ditutup di bawah 6.147.

Sebaliknya, peluang melanjutkan penguatan menuju level 6.545 masih terbuka selama level 6.074 tetap bertahan.

"Menuju 6.545 masih memungkinkan, asalkan level 6.074 tetap bertahan," ujar Ivan.

(cpa/naw)

No more pages