Logo Bloomberg Technoz

Petrosea Suntik Rp1,19 Triliun ke Singaraja Putra (SINI)

Redaksi
24 July 2026 10:15

Aktivitas pengangkutan komoditas batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan. (Dok Bloomberg)
Aktivitas pengangkutan komoditas batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan. (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) memperkuat ekspansi bisnis pertambangan dengan menyuntikkan modal sekitar Rp1,19 triliun ke PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melalui pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Transaksi yang rampung pada 23 Juli 2026 tersebut membuat kepemilikan saham Petrosea di SINI meningkat menjadi 19,88%.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026), beriringan dengan penyertaan modal tersebut, Petrosea juga menuntaskan divestasi 99,99% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI. KMS merupakan entitas yang memiliki penyertaan saham pada PT Cristian Eka Pratama (CEP), perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) batu bara di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dengan transaksi tersebut, CEP yang sebelumnya berada dalam portofolio Petrosea kini menjadi bagian dari aset SINI. Kehadiran CEP melengkapi portofolio tambang SINI yang sebelumnya telah mencakup PT Persada Kapuas Prima (PKP), PT Pasir Bara Prima (PBP), PT Pesona Bara Cakrawala (PBC), dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP). Empat perusahaan tersebut, termasuk CEP, juga merupakan klien kontrak pertambangan Petrosea.


Presiden Direktur Petrosea Michael mengatakan perseroan memandang industri batu bara masih akan memainkan peran penting dalam bauran energi nasional.

"Ke depan, kami meyakini bahwa industri pertambangan batubara tetap menjadi tulang punggung sumber energi yang terjangkau, serta mendukung ketahanan energi nasional," ujar Michael dalam keterangan resmi.