Harga emas dunia genap naik dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga terangkat hampir 3%.
Rasanya kenaikan harga emas dalam dua hari terakhir disebabkan oleh koreksi yang sudah cukup dalam. Pada 16 Juli, harga sang logam mulia bahkan sempat di bawah US$ 4.000/troy ons.
“Rebound ini lebih karena aksi borong, disebabkan oleh dip buying dan kelegaan bahwa level US$ 4.000/troy ons masih terjaga. Namun, saya tidak melihat ini sebagai tren struktural baru. Harga minyak sedang naik lagi, dan kekhawatiran ini akan membatasi laju harga emas,” jelas Ryan McKay, Senior Commodity Strategist TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup di US$ 95,58/barel. Melonjak 5,01% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 3 Juni.
Harga energi yang tinggi membuat dunia dihantui ancaman inflasi. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara tidak punya banyak pilihan selain mengetatkan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
(aji)































