Logo Bloomberg Technoz

Kurangi Ketergantungan Dolar, RI Bidik US$1 Miliar dari China

Redaksi
22 July 2026 12:42

Hasil ke China Purbaya Kantongi Dukungan Panda Bond, Hingga Pendanaan Rp303,55 Triliun. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Hasil ke China Purbaya Kantongi Dukungan Panda Bond, Hingga Pendanaan Rp303,55 Triliun. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah berencana menarik pendanaan dengan target senilai US$1 miliar dalam mata uang yuan China, melalui penerbitan Panda Bond dengan tenor 3 dan 5 tahun. Selain itu, Indonesia disebut telah memperoleh persetujuan untuk menerbitkan Panda Bond hingga CNY 30 miliar di pasar obligasi antar-bank China selama dua tahun ke depan. 

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, penerbitan Panda Bonds ini penting bagi Indonesia karena China merupakan salah satu pasar yang cukup besar, terutama untuk pasar surat utang. Purbaya menyebut Panda Bond akan memiliki yield yang cukup rendah yakni di kisaran 2,3% sampai 2,5%.

Penerbitan yang rencananya akan berlangsung besok, Kamis (23/7/2026), sejalan dengan besarnya pembiayaan yang dibutuhkan untuk menopang belanja pemerintah di tengah tekanan fiskal. Di sisi lain, penerbitan surat utang ini juga sebagai upaya pemerintah dalam memperluas sumber pembiayaan di tengah volatilitas rupiah, dengan melakukan diversifikasi mata uang.


Penerbitan Panda Bond ini sejalan dengan tren yang sedang berkembang di berbagai emerging markets, untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekaligus memperluas akses ke sumber pendanaan alternatif.  

Strategi pendanaan ini semakin menarik jika dikaitkan dengan data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) pekan lalu. Data tersebut menunjukkan bahwa posisi utang Indonesia dalam denominasi yuan China meningkat menjadi US$17,59 miliar pada Mei 2026, dari posisi sebelumnya US$17,36 miliar pada April 2026, atau bertambah sekitar US$238 juta dalam sebulan.