Logo Bloomberg Technoz

KPAI Soal Kasus Pemerkosaan Sampang: Keluarga Pelaku Pilih Diam

Dinda Decembria
22 July 2026 19:10

Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto oleh Karolina Grabowska via pexels.com)
Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto oleh Karolina Grabowska via pexels.com)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai masih adanya "solidaritas negatif" di masyarakat ketika anggota keluarga menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. 

Kondisi tersebut dinilai turut menghambat pengungkapan kasus, termasuk dalam perkara dugaan pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun di Sampang, Jawa Timur.

Komisioner KPAI Sylvana Apituley mengatakan keluarga para pelaku diduga mengetahui keterlibatan anggota keluarganya dalam kasus tersebut. Namun, mereka memilih tidak melaporkan atau menyerahkan pelaku kepada aparat penegak hukum.


"Misalnya kasus Sampang itu pelakunya banyak ya, berusia anak, dan tentu keluarga-keluarga tahu bahwa ada anggota keluarganya yang terlibat. Tetapi keengganan keluarga untuk menyerahkan pelaku atau menangani pelaku tentu berangkat dari solidaritas negatif itu," kata Sylvana dalam jumpa pers di Kantor KPAI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Sylvana, keengganan masyarakat maupun keluarga untuk membuka informasi mengenai pelaku dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari anggapan bahwa persoalan tersebut merupakan aib, rasa malu, hingga kekhawatiran terhadap konsekuensi hukum.