Pergerakan mata uang kawasan diproyeksi masih akan tertekan oleh lonjakan harga minyak mentah yang kembali sentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
Dari dalam negeri, fokus pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diumumkan Rabu (22/7/2026). Pelaku pasar menilai keputusan tersebut akan menjadi penenu arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek, di tengah meningkatnya kembali tekanan dari sentimen global.
Bloomberg Economics menilai BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah kembali meningkatnya tekanan terhadap mata uang domestik.
Senada, Mega Capital Sekuritas juga memproyeksikan BI Rate akan kembali naik 25 bps demi menjaga rupiah berada di kisaran Rp17.700-Rp18.100/US$.
Pergerakan rupiah hari ini diproyeksikan masih volatil dengan kecenderungan akan bergerak secara konsolidatif ke rentang Rp17.850-Rp17.950/US$, sembari menunggu kepastian arah kebijakan moneter Bank Indonesia, serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
(dsp/aji)






























