Logo Bloomberg Technoz

FORU Rights Issue Rp27 T, Efek Dilusi Hampir 100%

Cahya Puteri Abdi Rabbi
21 July 2026 13:24

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,1 triliun. 

FORU akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 215,09 miliar saham baru atau setara 99,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD. Dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang 100 saham lama berhak memperoleh 46.235 HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp126/saham. 

Sebagian besar dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mengakuisisi 49% saham PT Borneo Prima (BP) milik IMR Asia Holding Pte Ltd melalui mekanisme penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng).


"Sekitar 76,81% dana hasil PMHMETD I setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperoleh saham BP milik IMR AH senilai Rp20,82 triliun melalui penyertaan modal IMR AH kepada Perseroan dalam bentuk selain uang (inbreng)," demikian dikutip dari prospektus pada Selasa (21/7/2026).

Manajemen perseroan menjelaskan bahwa rencana Inbreng merupakan langkah strategis yang akan perseroan ambil, seiring dengan perubahan kegiatan usaha Perseroan menjadi perusahaan induk (holding company) untuk pengembangan usaha pertambangan batu bara," demikian dikutip dari prospektus.