Logo Bloomberg Technoz

Menpar: Bali Butuh Investasi Rp444 Triliun untuk Infrastruktur

Dinda Decembria
21 July 2026 14:10

Menpar Widiyanti Putri saat melakukan pertemuan bilateral dengan Senior Executive Vice President ANA, Juichi Hirasawa, di Tokyo (30/3/2026) (Kemenpar)
Menpar Widiyanti Putri saat melakukan pertemuan bilateral dengan Senior Executive Vice President ANA, Juichi Hirasawa, di Tokyo (30/3/2026) (Kemenpar)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan Bali membutuhkan investasi sebesar US$16,4 miliar hingga US$24,7 miliar atau setara Rp295,2 triliun hingga Rp444,6 triliun untuk memperkuat infrastruktur dasar yang menopang sektor pariwisata. 

Untuk mempercepat realisasinya, Kementerian Pariwisata juga mengusulkan pembentukan kelompok kerja (pokja) lintas kementerian/lembaga guna menetapkan proyek-proyek prioritas.

"Melihat tantangan yang ada saat ini, kiranya Bapak dapat mengarahkan agar dibentuk kelompok kerja untuk mereviu ini secara bersama. Mana yang benar-benar kita butuhkan, diprioritaskan, dan dapat segera kita eksekusi," kata Widiyanti dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7).


Widiyanti menjelaskan bahwa kebutuhan investasi tersebut mengacu pada kajian World Bank yang disampaikan kepada Kementerian Pariwisata. Menurut kajian tersebut, Bali masih memerlukan penguatan berbagai infrastruktur dasar untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.

Infrastruktur yang perlu diperkuat mencakup sektor energi, pengelolaan sampah, transportasi, air bersih, sanitasi, hingga infrastruktur pendukung pariwisata.