"Two Countries Twin Parks, [juga dibahas] di mana pengembangan industri di Batang diharapkan bisa terus ditingkatkan," jelasnya.
Airlangga tak menampik bilamana masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait perusahaan-perusahaan asal China yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus (KEK). Terlebih menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut berharap memperoleh fasilitas yang setidaknya setara dengan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha di dalam KEK.
"Kemudian juga kami membahas mengenai MoU yang sudah ditandatangani beberapa waktu yang lalu yang investasinya sekitar US$2,5 miliar," tuturnya.
Di sisi lain, Airlangga juga diketahui mengunjungi sejumlah perusahaan teknologi, seperti ByteDance, Huawei, Deep Robotics, Yuntu, dan FiberHome, guna menjajaki peluang perluasan transfer teknologi.
Sebagai catatan saja, pemerintah mencatat nilai perdagangan Indonesia-China sepanjang 2025 mencapai sekitar US$160 miliar, sementara investasi langsung China ke Indonesia mencapai US$7 miliar, ditambah sekitar US$10 miliar melalui Hong Kong.
(prc)




























