Logo Bloomberg Technoz

Dari domestik, fokus pelaku pasar pekan depan diperkirakan akan bergeser dari data ekonomi ke arah kebijakan bank sentral, terutama Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia,

Bloomberg Economics memperkirakan BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6%, melanjutkan siklus pengetatan yang sudah berlangsung sejak Mei. 

Ekspektasi itu muncul bukan lantaran inflasi domestik tidak terkendali. Sebaliknya, inflasi memang masih berada dalam kisaran target BI sebesar 1,5%-3,5%. Akan tetapi, volatilitas rupiah yang masih terjadi di tengah risiko eksternal yang kian menguat. 

Di sisi lain, kinerja realisasi investasi yang berada di atas 7% secara tahunan jadi sinyal kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia belum pudar. Setidaknya kinerja itu jadi bantalan bagi rupiah, mengingat arus investasi langsung umumnya lebih stabil dibandingkan aliran modal portofolio. 

Namun, pasar valuta asing akan tetap sensitif terhadap dinamika suku bunga global dan pergerakan dolar AS. Pelemahan terbatas pada indeks dolar AS yang terjadi pagi ini setidaknya memberi ruang bagi rupiah untuk menguat. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Jumat 17 Juli 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Target penguatan menuju Rp17.950/US$ hingga Rp17.900/US$.

Level selanjutnya berpeluang lanjut menguat bertahap sampai dengan Rp17.800/US$ bila tertembus resistance kuat dari posisi sebelumnya.

Namun jika rupiah justru melemah, maka support terdekat dapat berbalik arah ke Rp18.000/US$. Sementara rentang laju rupiah dalam support nantinya di antara Rp18.050-18.100/US$.

(riset/aji)

No more pages