Logo Bloomberg Technoz

Citigroup juga menilai risiko bursa saham Tanah Air diturunkan menjadi frontier market relatif kecil.

Sementara Phintraco Sekuritas menyebut, dipertahankannya peringkat BBB dengan outlook stabil menjadi sentimen positif, mencerminkan terjaganya persepsi risiko Indonesia di mata investor global. 

Sentimen pendorong juga datang dari publikasi terbaru Asian Development Bank (ADB) yang tetap mempertahankan target pertumbuhan Indonesia. ADB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal mencapai 5,2% pada 2026 dan 5,2% pada 2027, tanpa perubahan dari sebelumnya di tengah perlambatan yang dialami sejumlah negara di Asia maupun dunia.

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal IHSG Semester II-2026 (Riset Bloomberg Technoz)

Pergerakan IHSG secara teknikal dengan menggunakan indikator sMoving Average (sMA) untuk menentukan area level resistance, dan area level support. Berdasarkan indikator sMA, laju IHSG saat ini berhasil bertahan di atas level 6.000 yang merupakan level krusial terpenting sekaligus menempatkannya di atas sMA-5 dan sMA-20.

IHSG tengah menguji resistance sMA-50. Level yang sangat menarik dicermati yaitu 6.200. Apabila resistance ini berhasil ditembus, maka ada potensi melanjutkan penguatan menuju 6.800 hingga 7.000. 

Level optimistis jangka panjang penguatan IHSG berpotensi mencapai 7.660 yang merupakan sMA-200.

Sedangkan di posisi support, IHSG masih kokoh di 5.900 dan 5.800 sebagai level psikologis. Adapun level stop loss ada di area 5.600.

Sebagai gambaran, sMA merupakan indikator harga rata-rata dalam rentang waktu tertentu, yang kemudian dihubungkan ke dalam bentuk garis.

Melihat berbagai katalis positif yang ada, dan indikator teknikal, prospek penguatan IHSG sangat terbuka lebar sepanjang semester II-2026 dengan target 7.000-7.660.

(fad/aji)

No more pages