Sementara untuk wilayah dengan total serapan penyaluran SPHP beras terendah berada di Maluku Utara dengan realisasi baru mencapai 30,17% atau 8,09 juta Kg dari total target 26,84 juta Kg. Begitupun Papua dan Papua barat yang baru terealisasi 9,53 juta Kg atau 25,44% dari total target penyaluran 37,48 Kg.
"[Sementara] SPHP jagung kepada peternak telur ayam ras pertanggal 13 Juli 2026 sebesar 74.699 ton dari pagu 213.200 ton atau 35,04% dari total pagu penyaluran SPHP jagung dalam rangka stabilisasi harga telur ayam ras di tingkat peternak," jelasnya.
Adapun selain SPHP beras, dan jagung, Sarwo Edhy juga menyebut realisasi program bantuan pangan tahap pertama kepada 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP) telah mencapai 99,90%. Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan kepada masyarakat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial untuk kelompok desil 1 hingga desil 4.
Di samping itu, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga terus diperluas sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan di masyarakat.
Hingga awal Juli 2026, kata dia, pemerintah telah menggelar lebih dari 6.000 kegiatan Gerakan Pangan Murah di 38 provinsi dan 444 kabupaten/kota dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMN pangan, asosiasi pangan, pelaku UMKM, petani, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat stabilisasi harga pangan di tingkat konsumen.
Saat ini pemerintah tengah menyiapkan pelaksanaan bantuan pangan tahap kedua untuk periode Juli-September 2026. Selain itu, Bapanas juga akan menjalankan program SPHP kedelai yang ditujukan bagi para perajin tempe sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan strategis.
(ain)






























