Pembelian tersebut terjadi setelah setidaknya tiga eksekutif yang terlibat dalam penjualan minyak mentah AS dan pengadaan untuk pengolah di Asia mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka sekali lagi mulai bernegosiasi untuk penjualan spot kargo Amerika, meminta agar identitas mereka tidak disebutkan karena mereka tidak berwenang untuk berbicara di depan umum.
Lonjakan mendadak dalam pembelian minyak AS ini juga bertepatan dengan kenaikan harga minyak mentah Timur Tengah, yang mempersempit selisih harga antara kedua kawasan tersebut.
Serangan terhadap kapal-kapal telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, sementara Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Situasi yang semakin memburuk ini telah mengacaukan pasar pengiriman dan minyak, yang hingga baru-baru ini sibuk menyesuaikan diri dengan pemulihan aliran energi dari Teluk Persia.
Hingga Rabu, hanya ada sedikit lalu lintas yang teramati melewati Selat Hormuz, meski Iran telah diam-diam mengeluarkan kapal tanker minyak mentah dari teluk tersebut dengan mematikan transponder mereka.
(bbn)
































