Selain dominan untuk kebutuhan kreatif, laporan tersebut juga menunjukkan karakteristik pengguna Gemini di Indonesia yang cenderung menginginkan jawaban cepat.
Percakapan pengguna Indonesia dengan Gemini umumnya lebih singkat dibandingkan negara lain di kawasan, dengan gaya komunikasi informal menggunakan sapaan seperti “bro” atau “sis” untuk meminta saran maupun jawaban praktis dalam aktivitas sehari-hari.
Google juga mencatat 84% perintah atau prompt pengguna Gemini di Indonesia ditulis menggunakan bahasa Indonesia, menunjukkan mayoritas pengguna telah memanfaatkan AI tanpa bergantung pada bahasa Inggris. Menurut Google, kemampuan model AI memahami bahasa lokal menjadi salah satu faktor yang mempercepat adopsi Gemini di Indonesia.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa mayoritas penggunaan Gemini di Indonesia masih didominasi perangkat seluler. Sekitar 82% prompt dikirim melalui smartphone, sementara hampir separuh interaksi telah memanfaatkan input multimodal, seperti suara maupun gambar, bukan hanya teks.
Secara regional, Google menyebut basis pengguna aplikasi Gemini di Asia Tenggara telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan hingga Maret 2026. Pertumbuhan tersebut didorong populasi usia muda yang besar, meningkatnya kemampuan AI memahami bahasa lokal, serta tingginya penggunaan perangkat seluler di kawasan.
Penggunaan bahasa lokal juga menjadi tren utama di Asia Tenggara. Hampir 70% prompt yang dikirim ke Gemini menggunakan bahasa setempat. Vietnam menjadi negara dengan proporsi tertinggi sebesar 89%, disusul Thailand 87%, sementara Indonesia berada di posisi berikutnya dengan 84%.
(fik/wep)
































