Logo Bloomberg Technoz

OpenAI Rekrut Otak di Balik Gemini dan Eks Pejabat Gedung Putih

Merinda Faradianti
19 June 2026 18:30

OpenAI. dok: SeongJoon Cho/Bloomberg
OpenAI. dok: SeongJoon Cho/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - OpenAI merekrut dua nama besar, ilmuwan kecerdasan buatan (AI) terkemuka Noam Shazeer dan mantan pejabat kebijakan AI Gedung Putih, Dean Ball jelang penawaran saham perdana (IPO), seperti yang dilaporkan TechCrunch, Jumat (19/6/2026).

Dalam laporan itu menyebutkan, merekrut dua nama besar tersebut menjadi salah satu upaya OpenAI memperkuat posisi di tengah persaingan yang semakin sengit dengan Google, Anthropic, dan Meta, sekaligus menghadapi meningkatnya perhatian regulator terhadap perkembangan AI generatif.

Noam Shazeer mengumumkan pengunduran dirinya dari Google pada Rabu waktu setempat. Ia merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan AI modern dan dikenal sebagai salah satu pemimpin proyek Gemini di Google DeepMind.

Shazeer bukan nama asing di industri AI, ia telah bekerja di Google sejak 2000 sebelum keluar pada 2021 untuk mendirikan startup Character AI bersama Daniel De Freitas. Startup tersebut kemudian berkembang pesat berkat chatbot berbasis karakter virtual yang mampu melakukan percakapan interaktif dengan pengguna.

Pada 2024, Google kembali merekrut Shazeer melalui kesepakatan senilai US$2,7 miliar yang memberikan akses kepada Google terhadap teknologi Character AI. Kini, hanya dua tahun setelah kembali ke Google, Shazeer memutuskan bergabung dengan OpenAI.

Shazeer juga merupakan salah satu penulis makalah ilmiah berjudul Attention Is All You Need yang diterbitkan pada 2017. Makalah tersebut memperkenalkan arsitektur Transformer yang menjadi fondasi bagi hampir seluruh model AI generatif modern, termasuk ChatGPT, Gemini, Claude, dan berbagai model bahasa besar lainnya.

Noam Shazeer. dok: Bloomberg

Kepindahan Shazeer juga menjadi bagian terbaru dari fenomena perang talenta AI yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan AI terkemuka berlomba menarik ilmuwan dan peneliti terbaik demi mempertahankan keunggulan teknologi di tengah perlombaan mengembangkan model AI yang semakin canggih.

Selain memperkuat sisi teknis, OpenAI juga memperbesar kapasitasnya dalam bidang kebijakan dan tata kelola AI melalui perekrutan Dean Ball. 

Ball sebelumnya sempat bertugas di Gedung Putih dalam pemerintahan Presiden Donald Trump dan membantu penyusunan America’s AI Action Plan atau Rencana Aksi AI Amerika.

Pasca meninggalkan pemerintahan federal, ia kembali ke lembaga pemikir American Innovation Foundation sebagai peneliti senior sebelum akhirnya menerima tawaran dari OpenAI.

Dalam pengumuman yang disampaikan melalui platform X, Ball mengatakan dirinya akan mulai bergabung dengan OpenAI pada 6 Juli untuk memimpin tim baru bernama Strategic Futures.

“Saya senang dan merasa terhormat untuk mengumumkan bahwa pada 6 Juli saya akan bergabung dengan OpenAI sebagai pemimpin tim baru bernama Strategic Futures,” tulis Ball.

Tim tersebut akan berada langsung di bawah Chief Strategy Officer OpenAI Jason Kwon dan memiliki mandat untuk membantu manajemen perusahaan dalam membentuk kebijakan terkait AI tingkat lanjut (frontier AI).

Menurut Ball, tim Strategic Futures akan menangani berbagai isu strategis yang diperkirakan menjadi tantangan utama industri AI dalam beberapa tahun mendatang. 

Fokus mereka mencakup risiko bencana akibat AI, pengembangan AI yang mampu meningkatkan dirinya sendiri (recursive self-improvement), dampak AI terhadap pasar tenaga kerja, hingga hubungan antara laboratorium AI, pemerintah, dan masyarakat luas.

Ball juga menegaskan bahwa tata kelola internal akan menjadi salah satu fokus utama tim tersebut. Menurutnya, perusahaan pengembang AI tidak lagi hanya berperan sebagai pencipta teknologi, tetapi juga menjadi pihak yang harus mengambil keputusan penting terkait pengelolaan risiko dan penerapan AI secara bertanggung jawab.

“Tata kelola internal akan menjadi jauh lebih sentral dalam masa depan AI dibandingkan yang disadari banyak orang saat ini,” tulis Ball dalam blog pribadinya.