Logo Bloomberg Technoz

Empat pabrik yang berpotensi terdampak berada di Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm. Dalam memo internal, Blume mengatakan masih ada "pilihan yang lebih cerdas" dibandingkan menutup pabrik untuk mengatasi tingginya biaya dan melemahnya permintaan. Ia juga menyebut biaya produksi di pabrik-pabrik Jerman telah membaik rata-rata 20% selama setahun terakhir.

Meski demikian, Blume mengakui perusahaan belum dapat memastikan alokasi model kendaraan yang kompetitif bagi pabrik-pabrik tersebut, mengacu pada penugasan produksi kendaraan di berbagai fasilitas Volkswagen.

Volkswagen, yang mempekerjakan lebih dari 657.000 orang di seluruh dunia, menghadapi berbagai tantangan yang juga dialami produsen otomotif lain seperti Stellantis NV, BMW AG, dan Mercedes-Benz Group AG. Tantangan terbesar berasal dari penurunan penjualan di China akibat krisis berkepanjangan di sektor properti, serta tarif impor AS yang menekan profitabilitas merek premium Audi dan Porsche.

Di tengah lesunya pasar otomotif Eropa, tingginya biaya operasional dan rendahnya tingkat utilisasi pabrik membuat efisiensi menjadi fokus utama perusahaan. Bulan lalu, Blume menyatakan model bisnis Volkswagen yang mengembangkan dan mengekspor kendaraan dari Jerman sudah tidak lagi berkelanjutan.

Pada bulan lalu, Volkswagen juga menjual 51% saham unit mesin kapal Everllence dengan nilai sekitar €7,4 miliar atau sekitar Rp158,5 triliun dengan asumsi kurs Rp21.419 per euro. Menurut Blume, Volkswagen memiliki lebih dari 2.000 investasi dan unit usaha yang menjadi area penting untuk ditinjau dalam proses transformasi perusahaan.

Selain itu, Volkswagen memiliki merek sepeda motor Ducati serta saham di produsen baterai solid-state asal Amerika Serikat, QuantumScape Corp. Perusahaan berencana mengevaluasi kembali aset-aset dalam portofolionya untuk menentukan mana yang benar-benar mendukung bisnis inti otomotif dan memberikan imbal hasil.

(bbn)

No more pages