KSPSI Beber Dampak Pemangkasan RKAB ke Pekerja Tambang
Azura Yumna Ramadani Purnama
30 June 2026 09:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengungkapkan pemangkasan kuota produksi komoditas mineral dan batu bara (minerba) menimbulkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ratusan ribu buruh yang bekerja di sektor pertambangan.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengungkapkan kebijakan pemangkasan produksi RKAB memberikan dampak yang begitu besar bagi industri pertambangan, sebab banyak perusahaan pertambangan harus menutup sementara operasional pertambangannya.
“RKAB Pertambangan lebih dahsyat lagi, menggancam ratusan ribu pekerja. Karena saat ini, operasional pertambangan 90% terhenti, karena belum turunnya RKAB pertambangan,” kata Andi dalam konferensi pers di DPP KSPSI, Senin (29/6/2026).
Dia mencatat terdapat 18.000 buruh anggota KSPSI di kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berpotensi terkena PHK gegara kebijakan pemangkasan RKAB.
Andi menjelaskan pemangkasan RKAB membuat operasional pertambangan terhenti, antara lain; alat berat, pengemudi truk, hingga pekerja penunjang peetambangan lainnya.





























