Bitcoin di Paruh Kedua 2026 Turun ke Rp1,14 M, Ada Harapan Naik?
Redaksi
13 July 2026 12:45

Bloomberg,Bitcoin masih mencatatkan pelemahan dalam 24 jam perdagangan terakhir dan sementara bertengger di US$62.810,62, meski posisinya tidak paling buruk dibandingkan posisi 30 hari berjalan.
Catatan Bloomberg menyebut bahwa hingga Senin (13/7/2026) siang pasar masih mengkhawatirkan ancaman inflasi global efek aksi penyerangan Amerika ke Iran dan merambat pada lonjakan harga minyak , sehingga sempat ‘menghukum; aset paling berharga di dunia ini ke US$62.600.
Richard Galvin, CEO perusahaan investasi kripto DACM, menyadari bahwa langkah Amerika di Timur Tengah jadi faktor penebal pelemahan harga Bitcoin. Altcoin seperti Ethereum, BNB, juga XRP juga ikutan turun.
Penjualan di pasar berangkat dari sepinya perdagangan di pasar saham AS, juga lonjakan minyak “yang disebabkan ketegangan yang meningkat [AS] dengan Iran,” tutur Galvin seperti dilaporkan Bloomberg News.
Gencatan senjata yang sebelumnya membawa harapan sirna. AS memilih kembali berseteru di sekitar Selat Hormuz. Efeknya berantai, pasar cemas kembali naiknya harga minyak hingga mendorong inflasi, serta lonjakan suku bunga.

































