B50 Berpotensi Pangkas Dana Replanting hingga Pupuk Petani Sawit
Sabrina Mulia Rhamadanty
13 July 2026 09:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mengatakan kebijakan biodiesel 50% atau B50 berpotensi besar memangkas pos anggaran krusial untuk petani sawit, mulai dari dana peremajaan sawit rakyat (replanting) atau PSR hingga bantuan sarana prasarana seperti pupuk.
Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto mengungkap kekhawatiran karena selama ini, selisih harga antara solar dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) ditopang oleh dana pungutan ekspor (PE) yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Menurutnya, jika penyerapan CPO difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri demi mengejar target B50, maka volume ekspor otomatis akan turun. Penurunan ekspor ini dinilai akan langsung memukul pendapatan BPDP yang menjadi motor pendanaan program petani.
"Berapa besar ekspor dan total pungutan kita nanti? Kalau misalnya ekspor berkurang karena harus fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka tentu dana BPDP akan kurang," ujar Mansuetus Darto saat dihubungi, Senin (13/7/2026).
Padahal, lanjut Darto, BPDP memiliki tanggung jawab besar untuk membiayai berbagai program penguatan petani sawit nasional yang hingga kini masih membutuhkan perhatian penuh.































