Logo Bloomberg Technoz

Bitcoin Kembali ke Teritori US$60.000, Bakal Bertahan Lama?

Redaksi
02 July 2026 16:12

Ilustrasi koin kripto termasuk Bitcoin. (Bloomberg)
Ilustrasi koin kripto termasuk Bitcoin. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Usai bertengger pada level terendahnya dalam 21 bulan, Bitcoin mampu sedikit memperbaiki posisi dan kembali ke kisaran US$60.000-an.

Perbaikan posisi terjadi usai hadirnya sinyal pelemahan ekonomi Amerika Serikat  berdasarkan data terbaru, ditambah nada mengambang Gubernur baru bank sentral AS, Kevin Warsh.

Aset kripto paling berharga di dunia ini hingga Kamis (2/7/2026) sore pukul 15.50 waktu Indonesia berlalu lalang pada kisaran US$60.488 dan sempat tertinggi selama 24 jam terakhir di US$60.986. Perdagangan intraday sempat berada di US$57.779, kemudian berangsur-angsur membaik.


Longsornya Bitcoin pada awal pekan terjadi usai sorotan pelaku pasar atas prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pasar cenderung ‘lari’ dari aset berisiko saat pernyataan hawkish pengambil kebijakan menyebar. Sebagai catatan SoSoValue, di Juni arus keluar dana pada instrumen ETF Bitcoin Spot hingga US$4,5 miliar.

Bitcoin “menghadapi rintangan yang kian membesar akibat pergeseran ekspektasi suku bunga Fed dan penguatan dolar AS,” kata Tony Sycamore, analis IG Australia, seperti dilaporkan Bloomberg News.