Wilayah Midwest menjadi pusat penyebaran wabah tersebut. Negara bagian Michigan mencatat 1.562 kasus hingga Jumat, melonjak 25% dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Sejumlah negara bagian lain, termasuk New York dan Illinois, juga mengalami peningkatan kasus. Sejak 1 Mei, Kota New York telah mencatat 344 infeksi, sementara dinas kesehatan setempat masih menyelidiki sumber paparan.
"Ketika kita mendengar ada lebih dari 1.000 kasus, kemungkinan jumlah orang yang sebenarnya terinfeksi jauh lebih banyak tetapi belum terdiagnosis," kata Daniel Griffin, dokter spesialis penyakit infeksi sekaligus presiden organisasi nirlaba Parasites Without Borders.
Menurut CDC, penyakit ini dapat menyebabkan diare cair yang sering terjadi selama beberapa hari, bahkan hingga berbulan-bulan. Penyakit tersebut disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora, yang dapat mencemari makanan atau air. Di Amerika Serikat, wabah siklosporiasis biasanya dikaitkan dengan konsumsi kemangi, daun ketumbar (cilantro), selada, dan raspberry, atau berasal dari infeksi yang didapat saat bepergian ke luar negeri.
"Diare yang ditimbulkan bisa sangat parah dan berkepanjangan, serta tidak kunjung membaik," ujar Griffin, seraya menambahkan bahwa infeksi ini juga dapat menyerang orang yang sebelumnya sehat.
Michigan biasanya hanya mencatat sekitar 50 kasus siklosporiasis setiap tahun. Namun, lonjakan yang terjadi sejak 22 Juni mengindikasikan adanya satu sumber penularan yang sama, menurut para dokter. CDC kini bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menemukan sumber wabah dan membantu mengendalikan penyebarannya.
Sebagai langkah pencegahan, sejumlah gerai waralaba Taco Bell di Michigan menghentikan sementara penyajian selada, menurut seorang sumber yang mengetahui kebijakan tersebut namun tidak berwenang berbicara kepada publik. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Michigan juga mengeluarkan panduan untuk menekan penyebaran penyakit, termasuk anjuran penanganan khusus terhadap selada dan sayuran berdaun lainnya, seperti pencucian yang lebih menyeluruh dan memasaknya sebelum dikonsumsi.
Juru bicara Taco Bell menolak memberikan komentar.
Restaurant Brands International Inc., induk perusahaan jaringan restoran seperti Burger King dan Popeyes, serta Inspire Brands Inc., pemilik Dunkin' dan Jimmy John's, menyatakan bahwa bisnis mereka tidak terdampak oleh wabah tersebut. Wendy's Co. juga mengatakan tidak mengetahui adanya gangguan terhadap rantai pasok maupun operasional restorannya.
Sementara itu, Chipotle Mexican Grill Inc. mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi.
"Kami mengetahui adanya penyelidikan terkait Cyclospora dan untuk saat ini kami tidak meyakini bahwa bahan baku yang kami gunakan terkait dengan wabah tersebut," kata Laurie Schalow, Chief Corporate Affairs and Food Safety Officer Chipotle.
Beberapa jaringan restoran lain, termasuk Chick-fil-A Inc., tidak menanggapi permintaan komentar.
Griffin menjelaskan bahwa parasit ini umumnya tidak mudah menular secara langsung antarmanusia. Sebagai contoh, seseorang yang terinfeksi Cyclospora atau baru saja mengalami diare akibat parasit tersebut dapat mencemari makanan saat menanganinya, sehingga patogen itu kemudian menular kepada orang lain yang mengonsumsi makanan tersebut.
Sumber Penularan Belum Diketahui
Karena sumber wabah belum berhasil diidentifikasi, masyarakat tidak mengetahui makanan apa yang sebaiknya dihindari, kata Bobbi Pritt, ahli patologi dan mikrobiologi klinis di Mayo Clinic.
"Ini adalah waktu dalam setahun ketika kita banyak mengonsumsi produk segar," ujarnya.
Setelah seseorang dinyatakan positif terinfeksi, dinas kesehatan setempat akan melakukan wawancara untuk mengetahui durasi dan jenis gejala yang dialami, kata Lynn Sutfin, juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan.
Penyelidik akan menanyakan restoran dan toko bahan makanan yang dikunjungi pasien, termasuk tanggal kunjungan, lokasi, serta produk yang dibeli.
Informasi tersebut kemudian dibagikan kepada para ahli di tingkat negara bagian dan federal untuk menyusun gambaran nasional mengenai wabah tersebut sekaligus membantu menentukan langkah penanganan selanjutnya, kata Sutfin.
Untuk mendeteksi penyakit ini, dokter harus meminta pemeriksaan laboratorium khusus yang tidak selalu dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin.
"Sangat aman untuk mengatakan bahwa dalam setiap wabah, jumlah kasus yang dilaporkan untuk penyakit tertentu selalu hanya puncak gunung es," kata Pritt.
Menurut CDC, jika tidak diobati dengan antibiotik, penyakit ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga lebih dari satu bulan. Gejala seperti hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, mual, dan kram perut dapat menghilang lalu kambuh berulang kali.
Griffin menyarankan masyarakat segera mencari pertolongan medis apabila gangguan pencernaan berlangsung lebih dari beberapa hari. Penderita juga dianjurkan tetap menjaga kecukupan cairan tubuh apabila mengalami gejala. Anak-anak kecil dan lansia merupakan kelompok yang paling berisiko memerlukan perawatan di rumah sakit.
CDC menyatakan bahwa cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah menghindari makanan dan air yang berpotensi terkontaminasi tinja, serta berhati-hati saat menangani dan mengolah produk segar seperti buah dan sayuran.
(bbn)




























