Logo Bloomberg Technoz

Para duta besar negara-negara anggota Uni Eropa telah menerima pengarahan mengenai upaya tersebut pada pekan ini, menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan itu. Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas perundingan yang bersifat tertutup.

Juru bicara Komisi Eropa, yang menangani urusan perdagangan bagi Uni Eropa, menolak memberikan komentar.

Strategi Uni Eropa untuk menyeimbangkan kembali hubungan dagang dengan Beijing mencakup beberapa jalur yang dijalankan secara paralel, yakni melalui dialog, pengembangan instrumen baru untuk mendiversifikasi pasokan, serta pemanfaatan yang lebih optimal terhadap instrumen yang sudah ada, seperti penyelidikan anti-subsidi, langkah-langkah perlindungan perdagangan (safeguard measures), dan kemungkinan penggunaan instrumen anti-pemaksaan (anti-coercion instrument). Instrumen tersebut memungkinkan Uni Eropa menerapkan berbagai respons berupa tarif maupun kebijakan non-tarif terhadap praktik yang dianggap sebagai bentuk pemaksaan ekonomi.

Badan eksekutif Uni Eropa juga berupaya menegaskan bahwa tidak satu pun dari instrumen tersebut secara khusus ditujukan kepada China, kata sumber-sumber tersebut.

Dalam perundingan sejauh ini, Beijing disebut terbuka untuk membahas cara meningkatkan impor dari Uni Eropa, tetapi kurang antusias mencari cara untuk membatasi ekspornya sendiri, menurut sumber-sumber tersebut. Keduanya dinilai penting bagi Uni Eropa mengingat besarnya defisit perdagangan dengan China, serta masih adanya hambatan akses pasar di China dan tingkat konsumsi domestik yang relatif moderat.

Uni Eropa juga mendorong pemberian izin impor yang berlaku lebih lama serta penyederhanaan prosedur untuk memasukkan pasokan barang-barang strategis. Selain itu, blok tersebut meminta Beijing mengurangi hambatan akses pasar dan menekan ekspornya. Di sisi lain, China menginginkan Uni Eropa memberikan timbal balik atas setiap konsesi yang disepakati Beijing dengan melonggarkan pembatasan yang diterapkan oleh blok tersebut, menurut sumber-sumber itu.

Kedua belah pihak telah menetapkan tenggat waktu hingga Oktober untuk mencapai kemajuan dalam perundingan tersebut. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Juni lalu mengatakan bahwa Uni Eropa akan mengambil langkah tegas apabila dialog tidak membuahkan hasil.

Kepala Perdagangan Uni Eropa Maroš Šefčovič dijadwalkan berkunjung ke China pada Oktober untuk mengevaluasi perkembangan pembicaraan tersebut, menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussel, di mana isu itu akan menjadi salah satu agenda utama.

Namun, sejumlah pejabat di Brussel dan beberapa ibu kota negara anggota meragukan bahwa para pemimpin Uni Eropa memiliki kemauan politik untuk mengambil tindakan terhadap Beijing jika jalur diplomasi gagal, menurut sumber-sumber tersebut. Mereka menambahkan, China hampir pasti akan melakukan pembalasan secara agresif apabila Uni Eropa benar-benar mengambil langkah tersebut.

Germany Has EU's Largest Trade Deficit With China By Far. (Sumber: UN Comtrade)

Beijing memiliki kendali yang sangat besar atas pasokan mineral dan chip yang sangat penting bagi sejumlah industri utama di Eropa, seperti sektor pertahanan dan otomotif. Kondisi ini mempersulit upaya Uni Eropa untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap China karena Beijing berpotensi menggunakan pembatasan ekspor sebagai alat untuk melumpuhkan perusahaan-perusahaan Eropa. China juga telah memperingatkan bahwa mereka akan melawan setiap langkah Uni Eropa untuk melindungi industrinya dan memperluas perangkat kebijakan perdagangannya.

Pada 2025, China menunjukkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkannya ketika memberlakukan pembatasan ekspor unsur tanah jarang (rare earth), yang memicu kepanikan global atas potensi kelangkaan pasokan dan penghentian aktivitas manufaktur.

Sebagai gambaran betapa rentannya Uni Eropa terhadap gangguan rantai pasok, produsen mobil Eropa tahun ini berhasil melobi Komisi Eropa agar sementara waktu menangguhkan sanksi terhadap salah satu pemasok semikonduktor utama asal China. Tanpa pengecualian tersebut, perusahaan-perusahaan otomotif memperingatkan bahwa persediaan mereka akan habis hanya dalam hitungan minggu.

(bbn)

No more pages