Logo Bloomberg Technoz

James Caron, Direktur Operasi Meteorologi untuk Amerika Utara dan Asia di Atmospheric G2, mengatakan bahwa area hujan yang luas akibat pengaruh topan dan kelembapan angin monsun akan memicu hujan sangat lebat di China bagian timur, termasuk wilayah yang jauh dari lokasi pendaratan Bavi, seperti Beijing yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer ke arah utara.

Menurut Caron, curah hujan tertinggi belum tentu terjadi di wilayah yang dilalui langsung oleh topan. "Hujan paling lebat dapat terjadi di lokasi ketika kelembapan tropis Bavi berinteraksi dengan kondisi medan, sistem cuaca yang stagnan, atau aliran monsun," ujarnya.

Badan Meteorologi China memperkirakan Provinsi Fujian dan Zhejiang akan diguyur hujan sangat lebat pada Sabtu, dengan banyak wilayah berpotensi menerima curah hujan hingga 250 milimeter dalam periode 24 jam hingga Minggu pagi. Wilayah sekitar Beijing dan Tianjin juga diperkirakan mengalami hujan deras.

Topan ini turut mengganggu lalu lintas penerbangan di kawasan tersebut. Maskapai yang beroperasi di Bandara Hangzhou berencana membatalkan 198 penerbangan keberangkatan dan kedatangan pada 11 Juli hingga pukul 08.30 waktu setempat, menurut laporan China Central Television.

Pada Minggu dan Senin, hujan diperkirakan mulai mereda di wilayah pesisir dan sekitar Beijing, kemudian bergeser ke pedalaman menuju Provinsi Anhui serta sebagian wilayah Henan dan Hubei, yang sebelumnya telah dilanda badai hebat.

Sementara itu, sedikitnya 10 orang tewas akibat tanah longsor yang dipicu oleh monsun yang diperkuat topan. Longsor tersebut menimbun rumah dua keluarga di Provinsi Sarangani, Filipina bagian selatan, menurut seorang pejabat setempat.

(bbn)

No more pages