Logo Bloomberg Technoz

Yang menjadi pertimbangan adalah kemampuan perusahaan membangun ekosistem, memperluas basis audiens, dan mengubah pengaruh menjadi model bisnis yang menghasilkan pendapatan.

David juga menilai risiko bisnis RANS kini makin terdiversifikasi karena sumber pendapatan perseroan tidak lagi bergantung pada satu figur publik.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris RANS Entertainment Indonesia, Darwin Cyril Noerhadi menyampaikan, selama beberapa tahun terakhir perseroan sengaja melakukan transformasi model bisnis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan dari aktivitas brand ambassador.

Kontribusi pendapatan dari lini tersebut, kata Darwin, turun dari sekitar 24% pada 2023 menjadi sekitar 14% pada 2025.

Di sisi lain, kontribusi bisnis berbasis intellectual property (IP), event, produk, serta pemanfaatan data terus meningkat.

"Ini menjadi bukti bahwa perusahaan berhasil mengurangi ketergantungan terhadap individu dan memperkuat sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan," ujarnya.

Darwin menambahkan, selama lima tahun terakhir RANS juga mengevaluasi berbagai lini usaha dan menghentikan bisnis yang dinilai tidak sejalan dengan strategi jangka panjang.

Menurutnya, langkah tersebut justru memperkuat fondasi perseroan sebelum melantai di pasar modal.

"Dana hasil IPO juga akan menjadi sumber pendanaan jangka panjang (long-term funding) untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan," imbuh David.

(cpa/naw)

No more pages