Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyebut, kepastian permintaan di pasar dalam negeri yang jauh lebih stabil ini otomatis memangkas risiko bisnis dan mengurangi ketergantungan mereka terhadap fluktuasi pasar ekspor global yang kerap diliputi ketidakpastian.
Terlebih lagi, mengutip riset Panin Sekuritas Luthfi Novardiansyah, industri sawit Indonesia didukung oleh mandatori B50 berpotensi meningkatkan permintaan biodiesel domestik sebanyak 300 ribu MT/bulan atau 3,6 juta MT/tahun. B50 juga diperkirakan menghasilkan ekspansi perluasan perluasan kebun sawit mencapai lebih dari 670 ribu Ha.
Berikut pergerakan saham CPO pada perdagangan siang hari ini:
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat 3,22% ke posisi Rp6.400
- PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menguat 3,18% ke posisi Rp1.295
- PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menguat 2,88% ke posisi Rp535
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menguat 2,61% ke posisi Rp1.180
- PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menguat 2,43% ke posisi Rp630
- PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) menguat 1,49% ke posisi Rp1.020
- PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menguat 1,31% ke posisi Rp770
- PT Sinar Mas Agro Resources and Tech Tbk (SMAR) menguat 0,99% ke Rp5.100
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menguat 0,65% ke posisi Rp1.535
Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir CPO terbesar dunia. Saat lebih banyak CPO yang terserap di pasar dalam negeri untuk program mandatori biodiesel B50, maka porsi ekspor akan menyusut.
Akibatnya, pasokan CPO dari Indonesia ke pasar dunia akan menurun. Ini bisa membuat harga bertambah mahal nantinya. Artinya, kenaikan average selling price (ASP) bakal menjadi katalis pendorong pertumbuhan laba emiten perusahaan terkait.
(fad/aji)





























