Logo Bloomberg Technoz

Melesatnya IHSG hingga balik arah merupakan efek langsung dari menguatnya saham PT Amman Mineral Tbk (AMMN) hingga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Berikut di antaranya berdasarkan data Bloomberg:

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menambah 4,24 poin
  2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menambah 2,99 poin
  3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menambah 2,59 poin
  4. PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menambah 2,47 poin
  5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menambah 2,46 poin
  6. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menambah 2,31 poin
  7. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menambah 2,05 poin
  8. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 2,04 poin
  9. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) menambah 1,29 poin
  10. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menambah 1,26 poin

Adapun saham–saham unggulan LQ45 lainnya juga menjadi penopang penguatan IHSG. Misalnya PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang berhasil menguat 3,71%, PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) terapresiasi 3,18%, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menguat 2,89%, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bertambah 2,51%.

Namun ada sejumlah saham yang masih menjadi pemberat laju IHSG, antara lain:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 4,41 poin
  2. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 3,28 poin
  3. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 2,77 poin
  4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 2,22 poin
  5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 1,85 poin


Di balik rebound IHSG, investor masih mencermati hasil laporan Bank Indonesia (BI) terkait hasil Survei Penjualan Eceran terbaru. Pada Mei, penjualan eceran atau ritel mengalami kontraksi (tumbuh negatif) baik secara bulanan maupun tahunan, dan situasi serupa diestimasikan juga terjadi Juni.

Bank Sentral Indonesia mengumumkan penjualan ritel yang dicerminkan dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) periode Mei sebesar 223,4. Turun 3,9% secara tahunan (year–on–year/yoy) dan lebih dalam ketimbang kontraksi bulan sebelumnya yang terbilang 3,7% yoy.

Secara bulanan (month–to–month/mtm), kinerja penjualan eceran pada Mei turun sebesar 1,5%. Kendatipun turun, tetapi masih jauh membaik dibanding bulan sebelumnya yang terkontraksi mencapai 11,6% mtm.

Untuk Juni, BI mengestimasikan IPR berada di 221,6, turun 4,4% yoy. Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada bulan Juni diproyeksikan turun 0,8%. 

(fad/aji)

No more pages