Akselerator AI yang diproduksi oleh Hygon Information Technology Co. dan Cambricon Technologies Corp. juga sedang dievaluasi oleh sejumlah besar responden survei tersebut.
“Langkah China untuk mengganti semikonduktor AI asal luar negeri dengan yang diproduksi secara lokal terus menunjukkan kemajuan, yang kemungkinan besar akan menguntungkan produsen dalam negeri seperti Huawei dan Hygon,” kata laporan tersebut, yang mensurvei 60 eksekutif di perusahaan perangkat lunak, keuangan, manufaktur, dan ritel China.
Walau produk Nvidia tetap populer, pangsa pasar perusahaan yang berbasis di Santa Clara ini diperkirakan akan menyusut karena chip H20-nya—yang penggunaannya telah dilarang oleh Beijing kepada perusahaan teknologi negaranya—semakin sulit ditemukan dan digantikan oleh perusahaan lokal, menurut survei tersebut.
China mengalokasikan sekitar 2 triliun yuan atau setara US$294 miliar untuk membangun pusat data di seluruh negeri dalam lima tahun ke depan, sebuah inisiatif yang dipimpin pemerintah untuk memperluas penggunaan AI di berbagai sektor, mulai dari perawatan kesehatan hingga pengelolaan kota. Setidaknya 80% teknologi inti, seperti chip, akan dipasok oleh perusahaan dalam negeri, demikian dilaporkan Bloomberg News.
Namun, krisis pasokan chip memori global kemungkinan akan membatasi pertumbuhan perusahaan AI China seperti Semiconductor Manufacturing International Corp., sementara ChangXin Memory Technologies Inc. siap menuai manfaatnya.
Hambatan tersebut bergeser dari sekadar daya komputasi ke pengamanan pasokan chip memori bandwidth tinggi yang mendukung transfer data yang cepat, menurut laporan tersebut.
(bbn)





























