Logo Bloomberg Technoz

Meta Superintelligence Labs sebelumnya telah merilis model bahasa besar atau large language model (LLM) bulam April lalu dan tengah mengembangkan model AI untuk pembuatan video yang ditargetkan siap dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam jangka panjang, Meta berencana menjual akses ke model-model AI miliknya kepada pengembang eksternal melalui layanan komputasi awan atau cloud. Langkah tersebut akan memungkinkan perusahaan memanfaatkan infrastruktur AI dan pusat data yang telah dibangun sekaligus membuka sumber pendapatan baru.

Strategi tersebut merupakan bagian dari upaya Meta mengomersialisasikan investasi besar pada pusat data dan cip AI. Selain menyediakan model AI, Meta selanjutnya mempertimbangkan layanan penyewaan daya komputasi (computing power) kepada pihak ketiga.

Meski demikian, Meta mengakui kebutuhan kapasitas komputasinya masih terus meningkat. Perusahaan tetap melanjutkan pembangunan pusat data baru dan belum lama menandatangani sejumlah kesepakatan penyediaan komputasi dengan CoreWeave, Google milik Alphabet, serta Oracle.

Meta Platforms. dok: Bloomberg

Di sisi lain, teknologi pembuat gambar berbasis AI juga menghadapi tantangan terkait penyalahgunaan. Beberapa model AI sebelumnya digunakan untuk menghasilkan gambar manipulatif tanpa persetujuan subjek maupun konten eksploitasi seksual anak (child sexual abuse material/CSAM).

Guna meminimalkan risiko tersebut, Meta menyatakan seluruh gambar yang dihasilkan Muse Image akan dibekali watermark tak kasat mata serta dilengkapi sistem pengaman yang dirancang untuk mencegah pembuatan konten yang melanggar ketentuan layanan perusahaan, termasuk CSAM.

(fik/wep)

No more pages