PHK di Xbox terjadi bersamaan dengan pemutusan hubungan kerja terhadap 3.200 karyawan Microsoft di luar divisi gim, yang sebagian besar berasal dari divisi penjualan.
Chief People Officer Microsoft Amy Coleman mengatakan langkah tersebut dipicu oleh perubahan cara perusahaan mengembangkan produk serta bergesernya kebutuhan pelanggan.
Sharma mengatakan bahwa restrukturisasi dilakukan untuk menyederhanakan organisasi sekaligus mengalihkan investasi ke proyek-proyek yang dinilai memiliki prospek lebih besar. Langkah tersebut menjadi kebijakan terbesar sejak ia ditunjuk sebagai CEO Xbox pada Februari lalu.
Meski Microsoft telah menggelontorkan investasi besar, termasuk mengakuisisi Activision Blizzard senilai US$69 miliar pada 2023, Xbox masih menghadapi berbagai tantangan. Divisi tersebut kesulitan melahirkan gim-gim baru yang sukses di pasar, penjualan perangkat keras terus menurun, serta harus bersaing di industri gim yang semakin kompetitif.
Dalam memo kepada karyawan bulan lalu, Sharma mengungkapkan bahwa accountability margin Xbox—indikator yang digunakan Microsoft untuk mengukur margin laba—merosot menjadi hanya 3%.
Pada saat yang sama, pendapatan tahunan Xbox juga mengalami penurunan tajam. "Ke depan, kondisi ini tidak bisa terus berlanjut," tulis Sharma.































