Kehilangan Momentum AI, Bursa China Terburuk Sejak 2001
News
30 June 2026 08:10

Bloomberg News
Bloomberg, Setelah mencatatkan tahun yang luar biasa berkat kemajuan kecerdasan buatan (AI), tahun 2026 justru menjadi periode yang suram bagi pasar saham China.
Indeks MSCI China telah merosot 15%, menjadikannya sebagai indeks dengan kinerja terburuk di dunia secara global setelah Indonesia. Pekan lalu, indeks acuan China ini bahkan diperdagangkan pada level terendahnya dibandingkan indeks dunia MSCI sejak periode kelam setelah serangan 11 September 2001, ketika pasar saham AS ditutup selama empat hari. Dua saham dengan bobot terbesar—raksasa teknologi Tencent dan Alibaba—telah anjlok lebih dari 29%, menghapus kapitalisasi pasar gabungan sebesar US$337 miliar.
Kinerja buruk ini mengejutkan banyak pihak. Pada awal tahun, Goldman Sachs Group Inc sempat memprediksi reli sebesar 20% untuk MSCI China, yang baru saja mencatatkan kenaikan terbaiknya sejak 2017. Lombard Odier bahkan menaikkan rekomendasi mereka untuk ekuitas negara tersebut menjadi "pilihan utama" (preferred) karena memperkirakan adanya perbaikan kinerja laba. Muncul keyakinan yang kuat di kalangan investor bahwa, dengan sedikit bantuan dari Beijing, pasar saham China akhirnya bisa melepaskan reputasi buruknya sebagai pasar yang rawan boom-and-bust (lonjakan dan kejatuhan ekstrem) dan menggantinya dengan pertumbuhan yang stabil.
Namun, harapan tersebut kini berubah menjadi kekecewaan, terutama melihat reli ekuitas besar yang terjadi di negara tetangga seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang, di mana indeks acuan mereka berhasil membukukan keuntungan antara 17% hingga 99%.





























