Logo Bloomberg Technoz

Thailand Incar Wisatawan Premium yang Ingin Belanja Lebih Banyak

News
01 July 2026 18:20

Sejumlah massa melakukan demo antipemerintah di Bangkok, Thailand, Sabtu (28/6/2025). (Valeria Mongelli/Bloomberg)
Sejumlah massa melakukan demo antipemerintah di Bangkok, Thailand, Sabtu (28/6/2025). (Valeria Mongelli/Bloomberg)

Randy Thanthong-Knight - Bloomberg News

Bloomberg, Thailand tidak lagi mengejar rekor jumlah wisatawan. Setelah selama beberapa dekade mengukur keberhasilan dari terus meningkatnya angka kedatangan wisatawan, pemerintah kini menunjukkan langkah paling tegas untuk memprioritaskan besarnya pengeluaran wisatawan dibandingkan sekadar jumlah pengunjung yang datang.

Negara Asia Tenggara yang terkenal dengan pantai dan kehidupan malam di kotanya itu hanya menargetkan sekitar 33 juta wisatawan mancanegara pada tahun ini, jauh di bawah hampir 40 juta orang yang berkunjung pada 2019. Jika jumlah kedatangan lebih rendah daripada 32,97 juta wisatawan pada tahun lalu, itu akan menjadi penurunan tahunan selama dua tahun berturut-turut pertama bagi Thailand di luar masa pandemi setidaknya sejak 1995.


Ketegangan geopolitik dan persaingan yang semakin ketat di kawasan membuat fokus pada wisatawan dengan pengeluaran lebih besar, alih-alih pariwisata massal, menjadi hal yang penting, kata Wakil Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, Nithee Seeprae, dalam sebuah wawancara.

"Kami tidak terlalu khawatir dengan jumlah wisatawan karena kami ingin menghasilkan lebih banyak pendapatan dari setiap pengunjung," ujar Nithee. "Kami berfokus pada pasar yang berkualitas."

Thailand's Tourism Recovery Loses Steam. (Sumber: Tourism Ministry, Tourism Authority of Thailand, Bloomberg)