Purbaya: Inflasi Juni Dipicu Harga BBM & Pangan yang Fluktuatif
Mis Fransiska Dewi
02 July 2026 09:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai inflasi pada Juni 2026 terutama dipengaruhi kenaikan harga komoditas yang bersifat fluktuatif, khususnya harga bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah komoditas pangan. Dia memperkirakan tekanan inflasi akan segera mereda.
Pernyataan tersebut merespons data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi pada Juni 2026 sebesar 3,34% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini juga lebih tinggi ketimbang realisasi inflasi pada Mei yang sebesar 3,08%.
“Tapi kan sama ada cabai, dan lain-lain gitu kan, barang-barang itu. Itu kan [komoditas] musiman. Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak [mentah dunia] ini kan udah turun, harga Pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang,” kata Purbaya ditemui di kantornya, Rabu (1/7/2026) petang.
Purbaya menilai, laju inflasi saat ini belum mencerminkan adanya peningkatan permintaan masyarakat yang berlebihan. Hal itu tercermin dari inflasi inti yang masih berada pada level yang relatif terkendali.
“Pada dasarnya begitu, kita lihat inflasi intinya 2,76%. Core inflation-nya kan masih relatif terkendali,” ujarnya.






























