"Saham teknologi dan indeks-indeks yang didominasi sektor teknologi di AS dan Asia telah memasuki periode konsolidasi menjelang musim rilis laporan keuangan kuartal kedua," kata Tony Sycamore, seorang analis di IG Markets yang berbasis di Sydney.
Di sektor komoditas lainnya, harga emas batangan memangkas keuntungan awalnya dan diperdagangkan di kisaran US$4.175 per ons. Sementara itu, harga perak naik 0,4% menjadi sekitar US$62,66 per ons.
Dari pasar valuta asing, Goldman Sachs Group Inc merevisi proyeksi mata uang yen menjadi 165 per dolar AS untuk jangka waktu satu tahun ke depan, dari perkiraan sebelumnya di level 155. Mata uang Jepang tersebut ditransaksikan di level 161,45 per dolar AS pada perdagangan awal di Asia, sementara indeks dolar AS terpantau bergerak stabil.
"Latar belakang makroekonomi yang lebih luas, seperti imbal hasil (yield) obligasi AS yang bertahan tinggi untuk waktu lebih lama (higher-for-longer), rendahnya risiko resesi, kekhawatiran fiskal yang masih membayangi, serta langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) yang hanya menaikkan suku bunga secara bertahap, menjadi argumen kuat yang terus menekan depresiasi nilai tukar yen," tulis para ahli strategi Goldman Sachs, termasuk Kamakshya Trivedi, dalam nota analisisnya.
Masih di pasar valas, mata uang won Korea Selatan juga menjadi pusat perhatian. Mata uang Negeri Ginseng tersebut bergerak stabil setelah berhasil rebound pada Jumat malam dari level terlemahnya terhadap dolar AS sejak tahun 2009. Seorang sumber yang mengetahui masalah ini menyebutkan bahwa otoritas moneter setempat tengah bersiap mengantisipasi arus lalu lintas mata uang terkait penerbitan sertifikat penitipan efek Amerika (American depositary receipts/ADR) oleh SK Hynix.
Langkah Korsel yang membuka perdagangan mata uang won selama 24 jam penuh merupakan strategi utama Seoul dalam upaya bertahun-tahun demi meningkatkan akses investor asing ke pasar domestik. Langkah ini sekaligus memperkuat argumen agar status pasar saham mereka bisa ditingkatkan ke dalam indeks pasar maju (developed-market index) oleh MSCI Inc.
Sementara itu, pasar obligasi pemerintah AS (Treasury) bergerak stabil seiring dibukanya kembali perdagangan setelah libur hari Jumat. Pasar obligasi AS pekan ini akan menghadapi uji permintaan investor terhadap surat utang jangka panjang, melalui lelang Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun yang menjadi agenda utama di tengah minimnya rilis data ekonomi penting minggu ini.
Proses lelang tersebut berjalan bertepatan dengan rencana pasar untuk membedah secara cermat risalah pertemuan The Fed bulan Juni yang akan segera dirilis. Langkah ini diambil setelah Gubernur The Fed Kevin Warsh mulai melunakkan sikap hawkish-nya terkait inflasi pekan lalu. Para pelaku pasar pun mulai memangkas ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, menyusul rilis data lapangan kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan serta komentar Warsh yang menyebutkan bahwa tekanan inflasi kini telah mereda.
Beberapa pergerakan utama di pasar antara lain:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,5% pada pukul 09.14 waktu Tokyo.
- Indeks Topix Jepang naik 0,6%.
- Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,3%.
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,9%.
Mata uang
- Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah.
- Euro stabil di level US$1,1437.
- Yen Jepang melemah 0,1% menjadi 161,55 per dolar AS.
- Yuan offshore relatif tidak berubah di level 6,7851 per dolar AS.
Kripto
- Bitcoin naik 1,3% menjadi US$63.499,7.
- Ether menguat 0,4% menjadi US$1.783,86.
Obligasi
- Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun relatif tidak berubah di level 4,48%.
- Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik dua basis poin menjadi 2,800%.
- Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun relatif stabil di level 4,80%.
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,2% menjadi US$68,56 per barel.
- Harga emas spot relatif tidak berubah.
Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)
































