Logo Bloomberg Technoz

Sektor Teknologi Koreksi, Bursa Saham Asia Bersiap Melemah

News
03 July 2026 06:50

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia bersiap membuka perdagangan di zona merah untuk sesi kedua berturut-turut pada hari ini (3/7). Penurunan ini dipicu oleh langkah para investor yang terus melakukan rotasi keluar (rotate out) dari saham-saham sektor teknologi, akibat kekhawatiran bahwa reli panjang yang sebelumnya didorong oleh tren kecerdasan buatan (AI) sudah bergerak terlalu tinggi.

Kontrak berjangka (futures) untuk indeks saham Jepang dan Korea Selatan terpantau merosot, sementara kontrak untuk bursa Hong Kong bergerak stagnan tanpa banyak perubahan. Di bursa AS, kontrak berjangka saham juga tidak banyak bergerak setelah indeks Nasdaq 100 yang padat saham teknologi merosot 1,6% pada perdagangan hari Kamis. Koreksi lebih dalam menimpa Indeks Semikonduktor Philadelphia yang anjlok hingga 5,4%, memperpanjang awal kuartal yang lesu bagi sektor ini. Sementara itu, perdagangan fisik obligasi AS (Treasury) selama jam pasar Asia ditutup sehubungan dengan hari libur nasional di AS.


Sentimen negatif ini mencuat setelah adanya laporan bahwa startup AI Anthropic PBC tengah menjajaki pembicaraan dengan Samsung Electronics Co untuk memproduksi cip AI khusus. Kabar tersebut memperkuat indikasi bahwa persaingan di sepanjang rantai pasok teknologi AI kini kian sengit. Walaupun kepercayaan terhadap potensi jangka panjang teknologi AI tetap kuat, para investor mulai mempertanyakan apakah valuasi saham yang sudah setinggi langit saat ini bisa tetap sejalan dengan pembengkakan biaya investasi perusahaan serta peta persaingan pasar yang semakin padat.

"Ada kekhawatiran bahwa tingginya harga memori akan mendorong lahirnya solusi AI yang membutuhkan lebih sedikit memori, dan proyek pembangunan pusat data pada akhirnya mungkin tidak semuanya selesai dibangun," urai Louis Navellier dari Navellier & Associates. "Selain itu, penentuan harga token pada perangkat lunak AI diprediksi bakal memaksa pengguna beralih ke versi yang berbiaya lebih murah, terutama produk buatan China. Hal-hal inilah yang memicu peningkatan sikap kehati-hatian di tengah antusiasme besar terhadap euforia di sektor AI."

Saham teknologi anjlok akibat laporan Anthropic-Samsung. (Sumber: Bloomberg)