Bursa Saham Asia Bersiap Menguat Mengekor Reli Wall Street
News
01 July 2026 06:21

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bersiap menguat pada perdagangan hari Rabu (1/7) setelah Wall Street berhasil menutup kuartal terbaiknya dalam enam tahun terakhir. Lonjakan saham-saham produsen cip serta indikasi ketahanan ekonomi AS sukses memicu optimisme investor terhadap laporan laba perusahaan.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham menunjukkan potensi penguatan di Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong. Sentimen positif ini mengekor reli sektor teknologi yang mendongkrak bursa AS semalam, di mana indeks S&P 500 melesat 0,8% dan Nasdaq 100 melonjak 1,7%. Indikator saham sektor semikonduktor bahkan membukukan keuntungan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah, sementara obligasi pemerintah AS (Treasury) bergerak turun. Di sisi lain, harga minyak mentah merangkak naik tipis pada awal perdagangan di Asia setelah sempat melemah pada hari Selasa berkat harapan bertahannya gencatan senjata antara AS dan Iran.
Para investor tampaknya mulai mengabaikan ketegangan geopolitik yang masih tersisa seiring rilis data terbaru AS yang memperkuat pandangan bahwa fundamental ekonomi negara itu tetap tangguh. Stabilnya pengeluaran konsumen AS dan pasar tenaga kerja yang solid berhasil meredam kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi serta ketidakpastian perdagangan akan menghentikan pertumbuhan. Hal ini sekaligus mendongkrak kepercayaan pasar bahwa korporasi bakal terus mencetak kinerja laba yang kuat.
"Pasar terbukti menjadi mesin penggiling yang tangguh karena terus melaju kuat. Padahal, sebelumnya banyak pihak yang cemas di tengah reli luar biasa ini, yang sempat dihantam aksi jual besar-besaran, perang Iran, dan sejumlah pengaruh eksternal lainnya," ujar JJ Kinahan dari Cboe Global Markets.































