Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup Menguat 0,87% Kala Bursa Asia Lesu

Muhammad Julian Fadli
02 July 2026 17:30

Pelajar di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat di zona hijau hingga penutupan perdagangan. Padahal Bursa Asia sedang bervariasi cenderung melemah tertekan sentimen wait and see terhadap rilis data ketenagakerjaan (non–farm payrolls) Amerika Serikat (AS).

Pada Kamis (2/7/2026), IHSG menutup perdagangan di posisi 5.744. Menguat 0,87% dibanding penutupan hari sebelumnya. 

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 2 Juli 2026 (Bloomberg)

Posisi tertinggi IHSG hari ini menyentuh 5.806, sedang terendah sempat 5.704. Volume perdagangan sepanjang hari melibatkan 20,5 miliar saham. Dengan nilai perdagangan Rp11,14 triliun, dan frekuensi 1,51 juta kali. Sementara itu, indeks LQ45 menetap di posisi 565,49 dengan menguat 1,57% point–to–point.


Sejumlah saham–saham big caps terpantau ramai ditransaksikan di sepanjang hari. Nilai transaksi tertinggi terjadi di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mencapai Rp989,49 miliar. Disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp841,44 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp770,94 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp713,17 miliar.

Saham–saham perindustrian, saham transportasi, dan saham barang baku jadi yang tertinggi kenaikannya pada hari ini, menguat mencapai 2,97%, 2,21%, dan 2,16% secara masing–masing. Disusul oleh saham konsumen non primer yang terapresiasi 1,77%.