Logo Bloomberg Technoz

IHSG Semester I-2026 Berakhir di Zona Merah

Muhammad Julian Fadli
02 July 2026 15:38

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat return negatif 34,74% sampai akhir paruh pertama 2026. 

IHSG tertinggal dibanding dengan bursa saham tetangga seperti Thailand, Singapura, Vietnam, Filipina, hingga Malaysia.

Hilangnya hasrat investasi pemodal asing turut menjadi pemberat bursa saham Indonesia yang terpeleset di zona merah dengan catatan jual bersih (net sell) mencapai Rp88 triliun year–to–date/ytd di pasar reguler, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG Year to Date Sepanjang Tahun 2026 (Bloomberg)

Sebanyak 10 saham menjadi target jual investor asing yang selama tahun berjalan perdagangan terus mencetak net sell besar–besaran.

Berikut ini daftar saham yang paling banyak dilego oleh investor asing sepanjang Semester I-2026:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), nilai jual bersih Rp32,9 triliun
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), nilai jual bersih Rp12,56 triliun
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), nilai jual bersih Rp12,28 triliun
  4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), nilai jual bersih Rp8,99 triliun
  5. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), nilai jual bersih Rp5,43 triliun
  6. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), nilai jual bersih Rp4,68 triliun
  7. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), nilai jual bersih Rp3,47 triliun
  8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), nilai jual bersih Rp3,11 triliun
  9. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), nilai jual bersih Rp2,23 triliun
  10. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), nilai jual bersih Rp1,86 triliun