"Dengan dukungan koreksi harga minyak dan rebound harga emas, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level psikologis 6.000 pada pekan ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Senin (6/7/2026).
Pada pekan ini, pelaku pasar juga akan mencermati risalah rapat FOMC, data ISM Services PMI, penjualan rumah eksisting, serta neraca perdagangan AS. Dari kawasan Eropa, investor menanti rilis akun kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), sementara dari Asia perhatian akan tertuju pada sejumlah data ekonomi Jepang, China, serta pertemuan OPEC.
Dari dalam negeri, pasar akan dibayangi sejumlah rilis data ekonomi mulai dari cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, hingga data penjualan kendaraan bermotor yang diperkirakan memberi gambaran kondisi konsumsi domestik.
Phintraco juga menilai rencana evaluasi kebijakan perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menjadi sentimen positif.
Evaluasi tersebut mencakup kajian penghapusan tiga kriteria papan pemantauan khusus, yakni terkait free float, likuiditas rendah, dan saham yang mengalami suspensi, serta perubahan batas auto rejection menjadi bertingkat.
"Evaluasi ini bertujuan mendukung mekanisme perdagangan yang lebih transparan dan efisien," lanjut riset tersebut.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyebut bahwa posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv], sehingga indeks masih berisiko mengalami koreksi untuk menguji area 5.472 hingga 5.540.
Meski demikian, Herditya mengingatkan terdapat skenario alternatif yang lebih positif.
"Perlu dicermati skenario lain, di mana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3, sehingga peluang melanjutkan penguatan masih tetap terbuka," katanya.
(cpa/naw)






























