Logo Bloomberg Technoz

Lepasnya status saham terkonsentrasi LUCY itu terjadi seiring dengan manuver pengendali emiten pengelola jaringan restoran dan rooftop bar Lucy in the Sky itu membuang sahamnya ke publik bulan lalu.

Pengendali LUCY, PT Delta Wibawa Bersama melepas sebanyak total 378,6 juta saham dalam kurun waktu sejak 4 hingga 17 Juni 2026, di rentang harga Rp79 hingga Rp1.385 per saham.

"Tujuan transaksi untuk menjual sebagian," kata manajemen LUCY dalam keterbukaan informasi.

Dengan demikian, total kepemilikan PT Delta di saham LUCY susut menjadi 34,42% atau setara 521,4 juta dari semula yang masih 59,42%, dan tetap menjadi pengendali.

BEI sempat menegur manajemen LUCY lantaran adanya kekeliruan dalam penyajian jumlah saham free float perseroan ke publik.

BEI membeberkan terdapat perbedaan perhitungan jumlah saham beredar di publik per Maret 2026 sebanyak 98,85 juta saham dari informasi sebelumnya sebanyak 197,45 juta saham.

“Terdapat kesalahan penyampaian informasi, terkait kepemilikan saham umum dan afiliasi pengendali,” dikutip dari surat jawaban manajemen LUCY kepada BEI tanggal 4 Juni 2026.

Kesalahan perhitungan kepemilikan saham yang dimiliki afiliasi pengendali sekitar 16,09 juta saham. Rincian afiliasi dari pengendali itu di antaranya Fasika Khaerul Zaman sekitar 0,58% dari saham beredar, Aldi Imam Wibowo 0,32%, Dr Pratiwi Nugraheni 0,17%.

Mengutip data susunan pemegang saham teranyar LUCY, PT Delta Wibawa Bersama menguasai sekitar 900,14 juta saham LUCY atau setara 59,42% sebagai pengendali perseroan.

Mayoritas saham lainnya sekitar 383,58 juta saham atau setara 25,32% dipegang Dimas Wibowo, pemilik manfaat akhir LUCY.

Adapun, saham masyarakat non warkat mencapai 222,3 juta atau sekitar 14,68%.

Beberapa nama yang memegang saham LUCY pada porsi free float itu di antaranya Hartono Sukirya memegang 2,84%, Marrita Erhar 2,1%, Nugrahaning Dyah Larasati 1,37%, Agung Purnomo 1,29% dan Refin Satrio 1,2%.

(prc/naw)

No more pages