Bahlil Ungkap CNG Bisa Irit Anggaran Rp30 Triliun Dibanding LPG
Sabrina Mulia Rhamadanty
06 July 2026 18:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa langkah transisi liquefied petroleum gas (LPG) ke compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp30 triliun.
Menurut Bahlil, harga CNG jauh lebih ekonomis jika dibandingkan dengan LPG yang selama ini disubsidi oleh pemerintah. Efisiensi ini diharapkan dapat menekan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Yang jelas harganya lebih murah 30% sampai 40% daripada LPG. Kalau 30-40% sekarang subsidi kita berapa? Rp86 triliun sampai Rp90 [triliun]. Kali rata-ratalah kalau katakanlah 25%, kali 30%, berarti kan [subsidi] Rp27 triliun sampai Rp30 triliun bisa kita lakukan efisiensi," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
Bahlil menambahkan bahwa dana hasil efisiensi tersebut nantinya dapat dialokasikan untuk sektor pembangunan lain yang lebih produktif.
"Ini kan bisa kita bangun untuk yang lain-lain lagi gitu lho," imbuhnya.




























