Logo Bloomberg Technoz

FAO memperkirakan produksi biji-bijian global akan mencapai hampir 3 miliar ton pada 2026. Angka tersebut sekitar 1,9% lebih rendah dibandingkan rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 2025, namun masih berpeluang menjadi produksi terbesar kedua dalam sejarah.

"Fokus pasar kini kembali pada faktor-faktor fundamental yang lebih tradisional di pasar biji-bijian dan minyak nabati," ujar Joseph Glauber, peneliti senior emeritus di International Food Policy Research Institute, melalui surat elektronik. "Secara umum, kondisi tanaman terlihat cukup baik."

Indeks FAO mengukur pergerakan harga komoditas pangan yang diperdagangkan di pasar internasional. Pada Juni, indeks tersebut masih naik 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun tetap hampir 19% lebih rendah dibandingkan rekor tertinggi yang tercapai setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Maret 2022.

(bbn)

No more pages