Tiga Faktor Utama yang Mengubur Prospek Chandra Asri (TPIA)
Cahya Puteri Abdi Rabbi
03 July 2026 14:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menjadi salah satu emiten dengan koreksi terdalam di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini. Harga saham perseroan telah merosot sekitar 81% secara year to date (YTD) hingga diperdagangkan di level terendah dalam lebih dari lima tahun.
BRI Danareksa Sekuritas menilai, pelemahan tajam tersebut lebih dipengaruhi oleh tekanan sentimen dibandingkan fundamental perusahaan. Tiga faktor utama yang membebani saham TPIA adalah, keluarnya perseroan dari indeks MSCI, aksi divestasi jumbo oleh Siam Cement Group (SCG), serta derasnya tekanan jual investor asing.
"Ada tiga overhang besar, yakni MSCI, divestasi SCG. Tiga sentimen ini memberikan tekanan hingga dana asing keluar, namun tekanan asing yang mulai jenuh," tulis BRI Danareksa dalam risetnya pada Jumat (3/7/2026).
SCG sebelumnya melepas sekitar 14,86% saham TPIA senilai Rp14,1 triliun melalui transaksi pada 3-5 Juni 2026. Aksi tersebut sempat menjadi overhang besar yang membayangi pergerakan saham, meski di sisi lain turut meningkatkan porsi free float perseroan.
Di tengah tekanan harga saham, kinerja operasional TPIA justru menunjukkan perbaikan signifikan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$205 juta pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi US$23,6 juta pada periode yang sama tahun lalu. EBITDA juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$421 juta, didorong kuatnya margin kilang serta kontribusi penuh aset Shell dan Esso di Singapura.





























